Senin, 06 Agustus 2012

Dengan 2 Kaki Teramputasi, Oscar Pistorius Bikin Sejarah Olimpiade

Doni Wahyudi - detiksport
Senin, 06/08/2012 01:32 WIB


Getty Images
London - Oscar Pistorius menuliskan sejarah saat dia tampil di babak kualifikasi lari 400 meter Olimpiade London. Untuk kali pertama sepanjang sejarah, Olimpiade diikuti oleh atlet yang kedua kakinya sudah diamputasi.

Momen bersejarah buat Pistorius terjadi pada Sabtu (4/8/2012) waktu London saat dia ikut heat pertama di nomor 400 meter individu putra. Catatan waktu pria asal Afrika Selatan itu adalah 45,44 detik, yang cukup membuatnya melangkah ke semifinal.

Waktu yang ditorehkan Pistorius jelas tidak spesial, tapi yang membuat pria 25 tahun menjadi sangat istimewa adalah fakta dia sudah menjalani amputasi pada kedua kakinya. Untuk berlaga dalam Olimpiade, dan beragam event atletik yang sudah diikuti, Pistorius menggunakan alat bantu berupa kaki buatan berbahan serat karbon yang disebut 'Flex-Foot Cheetah'.

Pistorius lahir dengan tidak memiliki fibula, tulang terluar dan paling kecil di kaki. Kondisi tersebut mengharuskan dia menjalani operasi amputasi di antara lutut dan pergelangan kaki saat usianya baru 11 bulan.

Namun hal tersebut tak membuat atlet kelahiran Johannesburg itu patah semangat. Saat di sekolah hingga kuliah Pistorius aktif di berbagai kegiatan olahraga mulai dari renang, polo, tenis dan rugby. Jenis olahraga yang terakhir menyebabkannya menderita cedera parah dan akhirnya memiluh fokus ke lari sejak tahun 2004.

Di tahun 2008, Pistorius punya ambisi besar lolos ke Olimpiade Beijing. Rencana keikutsertaannya saat itu sempat 'dihalangi' IAAF (organisasi atletik dunia) dengan alasan Pistorius justru bisa membahayakan dirinya sendiri dan kontestan lain terkait penggunaaan 'Flex-Foot Cheetah'. Meski kemudian tetap boleh ikut kualifikasi, Pistorius akhirnya gagal lolos.

Dan di London 2012 ini dia akhirnya punya kesempatan unjuk gigi. Selain tampil di 400 meter individual, atlet berjuluk 'Blade Runner' dan 'manusia tanpa kaki tercepat' itu juga akan berlaga di 4 x 400 estafet putra.

"Saya sudah berusaha selama enam tahun untuk ini… untuk bisa mendapatkan kesempatan saya. Bisa berada di sini dan tahu bahwa Anda sudah mengorbankan sangat banyak hal untuk meraihnya, itu benar-benar membuat terasa sangat luar biasa," sahut Pistorius usai memastikan lolos ke semifinal, dikutip dari situs resmi Olimpiade.

Keikutsertaan Pistorius di nomor lari bersama atlet dengan kondisi kaki sempurna sempat mengundang kontroversi, dia dianggap dintungkan dengan 'Flex-Foot Cheetah'. Alat tersebut dianggap memberi efek pegas dan membuat lajunya menjadi lebih cepat.

Penelitian lain yang dilakukan juga menyebut kalau pengguna 'Flex-Foot Cheetah' membuat otot kaki membutuhkan lebih sedikit energi untuk berlari. Ini kemudian membuat IAAF mengeluarkan aturan soal larangan penggunaan 'peralatan teknik yang terkait dengan sistem kerja pegas'.

Aturan itu kemudian dibatalkan CAS (pengadilan arbitrase olahraga), tentunya setelah Pistorius mengajukan banding.

Senin, 16 Juli 2012

Wanita Ini Candu Makan Batu

Kelainan Langka, Wanita Ini Candu Makan Batu
Sudah 20 tahun ia makan batu untuk mengatasi stres.
Pipiet Tri Noorastuti
Senin, 16 Juli 2012, 11:06 WIB
Teresa Widener (daily mail)
Teresa Widener (daily mail)

VIVAlife - Teresa Widener, 45, selalu tergoda setiap kali melihat batu. Bukan tergoda untuk melemparnya ke orang-orang yang menyebalkan, tapi memakannya. Ia tak pernah bisa menahan godaan untuk menyantap batu.

Dikutip Daily Mail, wanita asal Bedford, Virginia, itu bisa memakan sekitar 1,3 kilogram batu setiap pekan. Jika dikalkulasi, ia telah menyantap lebih 1.360 kilogram batu sepanjang hidupnya.

Widener memiliki lemari khusus untuk menyimpan batu-batu favoritnya di dapur. Ia juga menyimpan palu khusus untuk memecah batu menjadi ukuran yang lebih mudah masuk ke mulut. "Saya merasa lebih baik ketika tahu masih memiliki simpanan batu di lemari, sedikit saja saya sudah tenang."

Ia biasanya memilih batu-batu yang mudah rapuh sehingga mudah dikunyah dan ditelan. "Selama 20 tahun terakhir saya makan batu. Banyaknya batu yang saya makan tergantung perasaan. Jika sedang down, saya makan batu lebih banyak," ujarnya.

Psikolog Amerika Serikat, Jason Mihalko, menyebut kelainan macam itu sebagai Pica. Merupakan kondisi kelainan pola makan di mana penderita gemar mengonsumsi za-zat non-pangan. Ada kasus di mana penderita makan logam, debu, kotoran, kapur, peralatan menulis dan getah pohon.

Mihalko mengatakan, penelitian tentang Pica sangat sedikit. Belum ada yang mengungkap penyebab pasti kelainan ini. "Beberapa poin penelitian menyatakan akibat kurang mineral, sementara pemikiran lebih dikaitkan dengan gangguan obsesif kompulsif."

Pica umumnya menimpa anak-anak usia satu tahun ke atas, saat periode oral, di mana anak suka memasukkan dan menggigit benda di sekitar ke mulut. Pica bisa sembuh dalam hitungan bulan. Namun, dalam sejumlah kasus, kelainan ini bisa bertahan hingga dewasa. (umi)

Senin, 25 Juni 2012

Penghormatan Terakhir Tim Dokter Pada Sang Bocah 'Pemberi Harapan'

enin, 25/06/2012 07:33 WIB
Rachmadin Ismail - detikNews

China Daily
Chefing Kisah Xiwang, bocah berusia dua tahun yang mendonorkan organnya bagi anak lain membuat tim dokter di China terharu. Mereka memberi penghormatan terakhir sambil membungkukkan badannya.

Diberitakan AsiaOne, Senin (25/6/2012) momen ini dijepret oleh para jurnalis sesaat setelah Xiwang dinyatakan meninggal dunia karena kerusakan otak. Anak itu kemudian dibawa ke ruang operasi untuk diambil ginjal dan hatinya bagi dua anak lain yang membutuhkan.

Suster dan dokter yang menangani Xiwang pun berbaris rapi mengelilingi ruangan. Mereka memberi penghormatan terakhir sambil membungkukkan badan. Suasana haru di ruangan itu sangat terasa.

Orang tua Xiwang (2) membuat keputusan penting saat sadar anaknya tak bisa tertolong lagi karena sakit. Mereka memutuskan untuk mendonorkan organ sang anak bagi dua anak lain yang membutuhkan.

"Dibandingkan dengan membakar anak kami menjadi abu, kami memutuskan untuk mendonorkan organ supaya bisa menolong anak-anak lain," ujar ibu Xiwang, Wang Xiaofei.

"Kami memanggilnya Xiwang karena kami ingin memberi harapan hidup untuk anak lain yang membutuhkan bantuan," sambungnya.

Xiwang meninggal dunia pada 9 Juni lalu pukul 17.30 waktu setempat. Setelah dikecup untuk terakhir kalinya oleh sang ayah, Xiwang langsung masuk ke ruang operasi untuk diambil hati dan ginjalnya bagi dua anak lain yang sudah menunggu pertolongan.

Kini, dua anak yang mendapat organ dari Xiwang kondisinya semakin membaik. Orang tua kedua anak tersebut pun sangat berterima kasih pada Xiwang.

(mad/mad)

Rabu, 09 Mei 2012

Sehari Bersama Pak Guru Kakao Tanah Mandar

Sekitar dua tahun lalu, Kompas mengulas tentang profil seorang petani tua sekaligus mantan penyuluh pertanian  dari tanah Mandar. yang sukses mengembangkan kakao dengan teknik sambung samping, dan hasilnya bisa membuat orang yang melihatnya berdecak kagum.
kakao hasil Sambung Samping haji Malik (Dok. Sribudi Astuti)
kakao hasil Sambung Samping Haji Malik (Dok. Sribudi Astuti)
Sekitar dua bulan lalu, selepas acara Kompasiana Nangkring di Makassar, saya berkesempatan mengunjungi Pak Haji Malik, Sang guru kakao yang tinggal di Mamuju. Senin siang selepas menyelesaikan seluruh kegiatan saya di Ibukota Kabupaten Mamuju, saya bersama seorang teman dan dipandu salah seorang putra haji Malik, kami  berkendara menyusuri jalan trans sulawesi sejauh 30 kilometer kearah utara. Kami sampai di Rumah haji Malik tepat tengah hari, tetapi sayangnya Haji Malik Sedang berada di kebun yang katanya hanya berjarak 2 km saja dari rumahnya.
Pikir saya jarak segitu tidak terlalu jauh, tetapi ternyata sepanjang jalan saya mengumpat “wah kalau ini mah 2 km nya dalam ukuran para raksasa” saking jauhnya. ketika berbelok dari jalan trans Sulawesi, kami memasuki kawasan perkebunan yang sunyi, mirip hutan, saya langsung berpikir, kok Haji Malik berani ya ke kebun yang sepi begini.
Wajah saya yang jutek karena panik melewati kebun yang sepi, serta jalanan yang berbatu dan naik turun langsung menguap ketika memasuki batas kebun milik Haji Malik. begitu memasuki ‘pintu utama’kebun, saya dihadapkan pada pohon kakao yan sarat buah, mengkilat dan ranum. Seorang lelaki tua kemudian keluar dari pondok dan menyambut kami dengan keramahannya dan menerima kami berbincang-bincang di kolong rumah panggung yang sekaligus berfungsi sebagai ‘kelas’ bagi siapa saja yang ingin belajar tentang kakao.
Dengan panjang lebar Haji Malik menceritakan sepak terjangnya sebagai penyuluh, sebagai petani dan tak lupa beliau juga menunjukkan tulisan tentang dirinya di koran Kompas yang dicopy dan dicetak di spanduk fiber yang terpajang di kolong rumah panggung.
Haji Malik dibawah Koran Kompas yang memuat tentang dirinya (sribudi Astuti)
Haji Malik dibawah Koran Kompas yang memuat tentang dirinya (sribudi Astuti)
Saking semangatnya, tanpa saya minta Haji Malik mengajak saya berkeliling kebun kakaonya, yang hampir semuanya sudah diremajakan dengan teknik sambung samping, dan saat ini Haji malik juga sedang mempersiapkan bahan tanam yang akan dijadikan sebagai bahan teknik sambung pucuk.
kakao siap panen(Dok. Sribudi Astuti)
kakao siap panen(Dok. Sribudi Astuti)
ketika saya berkeliling kebun, ternyata jauh didalam kebun terdapat sekelompok mahasiswa yang sudah hampir dua bulan tinggal bersama Haji Malik untuk menimba ilmu tentang budidaya kakao. Dengan senang hati pula Haji Malik mengarahkan mahasiswa tersebut untuk bekerja sesuai prosedur.
Mahasiswa yang berguru pada haji Malik (Dok. Sribudi Astuti)
Mahasiswa yang berguru pada haji Malik (Dok. Sribudi Astuti)
Dalam kebun Haji Malik terdapat berbagai macam Klon Kakao, ada dari Medan, Filipina, Puslit Kopi Kakao dan Klon R1 dan R2 hasil sambung samping Haji malik Sendiri. Memang banyak perbedaannya, hasil sambung samping dari Haji Malik dengan kakao dari Puslit Kopi Kakao, saya menduga, kakao yang bagus ditanam di jawa, belum tentu cocok dengan iklim di Sulawesi Barat, begitu pula sebaliknya.
Haji Malik tidak hanya fokus padda kakao, didalam kebunnya juga terdapat kambing kambing yang diberi makan daun lamtoro yang tumbuh sebagai penaung tanaman kakao dan kotorannya dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman kakao.
Tanpa sengaja, saya nyeletuk mengapa Haji Malik di masa tuanya masih mau bersusah-susah hidup di kebun sepi seperti itu, padahal dari hasil pensiun dan hasil kebun seandainya didelegasikan pengelolaannya pada orang lain pasti lebih dari cukup untuk menopang hidup. ternyata, prinsip seorang penyuluh yang tidak hanya omong doang benar-benar dipegang. Jangan sampai sebagai seorang yang mengajari orang lain, tidak bisa memberi contoh nyata.. hem.. prinsip sederhana yang mengena.
Tepat sore hari saya mohon diri pada Haji Malik untuk kembali ke Makassar, dengan berat hati saya meninggalkan kebun itu, karena masih banyak hal yang ingin saya pelahjari, tapi apalah daya, saya harus mengejar bis tujuan Makassar dan kembali bekerja lagi keesokan harinya.


Senin, 30 April 2012

In memorial, Gita Sesa Wanda Cantika. 19/06/91-25/12/06

Novel Surat kecil untuk Tuhan ( True story Gitta sessa wanda cantika )
Adalah sebuah novel yang diangkat dari kisah nyata keke, seorang gadis remaja Indonesia yang telah meninggal tahun 2006 karena kanker ganas. Buku ini terjual lebih dari 50.000 exp, tahun 2011 telah diadaptasi ke layar lebar. Kisah Keke pernah di ulas dalam acara kick Andy dan ribuan air mata telah berjatuhan setelah membaca kisahnya.
( Buku ini bisa didapatkan di seluruh toko buku di indonesia dengan harga 38.800 ( bonus cd), sebagian penjualan buku akan disumbangkan ke yayasan kanker. filmnya sudah ditayangkan pada 15 feburary 2011)

Hai Sobat, namaku Keke. Umurku 13 tahun ketika aku divonis mengalami penyakit kanker ganas bernama Rabdomiosarkoma, sulit bagiku untuk mengerti penyakit apa yang menyerang bagian wajahku itu bahkan untuk menyebut ulang nama penyakit itu, aku sangat kesulitan. Dokter bilang aku terkena kanker jaringan lunak yang sangat langkah dan menjadi orang pertama di Indonesia yang mengalami penyakit itu.
Aku sedih ketika ayahku menangis menolak permintaan dokter untuk melakukan operasi di wajahku. Dokter bilang: bila aku tidak melakukan operasi, maka hidupku tidak akan bertahan lama lebih dari 3 bulan. Aku sangat terkejut, karena penyakit itu tidak memiliki tanda-tanda apapun selain aku mengalami sakit mata yang diikuti dengan mimisan yang terjadi selama seminggu. Kanker itu hanya seukuran kuku jariku dan bersarang di bagian pelipis mataku, tapi operasi itu mengharuskan aku kehilangan sebagian wajah kiri dan mataku.

Ayahku tentu tidak akan rela aku kehilangan bagian wajahku karena aku adalah seorang anak gadis yang akan tumbuh dewasa bagaimanapun kelak. Aku tidak pernah paham seberapa menakutkan penyakit itu hingga aku merasakan sendiri bagian wajahku mulai membengkak sebesar bola tenis dan buta. Ketika aku menangis merasakan kesakitan, ayahku tidak pernah mau jujur mengatakan penyakit itu. Hingga akhirnya aku berjuang hidup selama 3 bulan mencari pengobatan tradisional dan seseorang ulama mengatakan padaku aku terserang kanker.
Perasaanku saat itu sangat hancur, aku tau hidupku tidak akan lama lagi dengan keadaan buta dan kehilangan pernafasan hidung sebelah kiriku. Aku menangis dan protes kepada Tuhan, mengapa ia tega merenggut masa remajaku dan kesempatanku untuk menjadi penyanyi dan model. Air mata yang berjatuhan setiap harinya tak pernah kulewatkan ketika rasa sakit kanker itu datang. Walau demikian aku sungguh beruntung, sahabat-sahabatku, keluargaku dan kekasihku selalu ada disampingku untuk memberikan dukungan tanpa henti.

Ketika aku mulai pasrah Tuhan menjemputku, Aku hanya berdoa berharap kepada Tuhan agar ia memberikan aku waktu lebih lama di dunia ini untuk mengucapkan selama berpisah dengan sahabat, kekasihku dan terutama untuk membuat ayahku bahagia lebih lama.Disaat itu aku tidak mampu berdiri dan mengalami kritis. Tuhan mendengar doaku, disaat itulah aku mendapatkan sebuah mujizat, seorang dokter menyelamatkanku dari penyakit itu disaat-saat terakhir hidupku. aku sembuh dan kanker diwajahku menghilang secara ajaib.

Aku merasakan kebaikan tuhan padaku dan melawan vonis kematian yang dikatakan dokter padaku, aku pun berjanji padanya mulai saat itu untuk bersyukur akan kehidupan yang ia berikan padaku. Usai penyakit itu hilang dalam hidupku, Aku melewatkan hari-hariku dengan bahagia bersama keluarga dan teman-temanku, aku menghabiskan waktuku dengan belajar kitab suci dan mendekatkan diriku pada Tuhan. Hidup-hidupku pun berlalu dengan bahagia walaupun pada akhirnya hal yang tak kuharapkan terjadi lagi dalam hidupku ketika kanker itu kembali padaku, kini ia menyerang wajah sebelah kananku.
 Disaat aku mendapatkan vonis itu kembali, aku tidak lagi takut dan aku tidak lagi marah kepada Tuhan. Aku bersyukur padanya, ia memberikan aku kesempatan lebih lama di dunia ini untuk dapat bersama sahabat, keluargaku dan kekasihku.Walau air mata berjatuhan disampingku, aku berusaha untuk tegar dan mengatakan kepada semua orang, kalau ujian dalam hidupku adalah tanda sayang Tuhan kepadaku.

Dokter yang menyelamatkan hidupku pertama kalinya menyerah, ia tidak sanggup lagi menyelamatkanku. Aku hanya tersenyum dan berjanji untuk bertahan hidup hingga aku bisa melewatkan ujian terakhirku di dunia ini agar bisa lulus di bangku SMP. Walau aku buta dan lumpuh, aku berjanji pada Tuhan dan sahabat-sahabatku untuk lulus dan memakai seragam SMA.

Sobat, hidup adalah anugerah yang indah. Atas kebaikan Tuhan, aku mampu mengikuti ujian sekolah dengan kondisiku yang semakin parah. Aku bersyukur karena bisa lulus dengan baik dan sampai akhirnya mampu memakai seragam rok abu-abu bersama sahabat-sahabatku walau hanya sehari disaat sebelum aku harus dilarikan ke rumah sakit karena darah terus mengalir di hidungku.Kematianku semakin dekat dan itu bisa kurasakan disaat hembusan nafasku semakin berat.

Tapi aku tidak ingin pergi dari dunia ini tanpa menuliskan suratku kepada Tuhan..surat yang telah membuatku hidup sebagai seorang gadis yang berjuang untuk hidup dan ribuan anak-anak lain yang mengalami penyakit kanker yang sama denganku.
Aku berharap ketika aku tidak ada lagi di dunia ini, kisahku menjadi inspirasi bagi siapapun yang ada di dunia ini untuk bersyukur akan hidup. Karena Tuhan begitu mencintai kita dengan cobaannya.
Sobat.. bila ada tawa di dunia ini, maka akan ada tangis disampingnya.
In memorial gitta sessa wanda cantika.
Surat Kecil Untuk Tuhan

Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.

Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku,
terjadi pada orang lain.

Tuhan…
Bolehkah aku menulis surat kecil untuk-Mu

Tuhan…
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu

Tuhan…
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya..

Tuhan…
Izinkanlah rambutku kembali tumbuh, agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya.

Tuhan…
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bisa memberikan kebahagiaan
kepada ayah dan sahabat-sahabatku

Tuhan…
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup
kepada siapapun yang mengenalku..

Tuhan ..
Surat kecil-ku ini
adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali…
Ke dunia yang Kau berikan padaku..
In memorial,
Gita Sesa Wanda Cantika.
19/06/91-25/12/06
Sumber: http://rishacucumdoeriat.blogspot.com/2011/04/in-memorial-gita-sesa-wanda-cantika.html

Senin, 16 April 2012

Perempuan Ini 11 Kali Melahirkan Anak Orang

Rabu, 11/04/2012 13:03 WIB

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Browser anda tidak mendukung iFrame

img
Meredith Olafson (MSNBC)
Jakarta, Menyewakan rahim adalah pekerjaan yang agak asing bagi sebagian orang, namun tidak bagi perempuan ini. Dari 15 anak yang pernah dikandung dan dilahirkannya, 11 di antaranya adalah janin dari perempuan lain yang dititipkan ke rahimnya.

Kesebelas bayi orang yang dilahirkan oleh perempuan bernama Meredith Olafson (47 tahun) ini terdiri dari 2 pasang bayi kembar 3, sepasang bayi kembar 2, serta 3 bayi yang lahir sendiri-sendiri. Bayi yang berasal dari sel telurnya sendiri malah hanya 4 orang.

Perempuan asal Fargo, North Dakota ini mengaku senang punya anak sendiri, sehingga merasa sedih jika membayangkan ada perempuan yang tidak bisa punya anak sendiri karena rahimnya bermasalah. Dengan alasan itulah, ia terpikir untuk menyewakan kandungannya pada perempuan-perampuan yang tidak beruntung itu.

"Saat kamu melihat wajah para orangtua itu, saat melihat USG (ultrasonografi) untuk pertama kalinya dan melihat jantungnya berdetak, atau bahkan mendengarnya, itu sangat tidak ternilai harganya," kata Olafson seperti dikutip dari MSNBC, Rabu (11/4/2012).

Kebahagiaan para orangtua yang menitipkan bayi ke rahimnya adalah kebahagiaan juga bagi Olafson, jauh melebihi honornya sebagai ibu pengganti atau surrogate mother. Biasanya ibu pengganti dibayar sekitar Rp 2,3 miliar sekali hamil, namun Olafson mengaku tidak memasang tarif semahal itu.

Alasan lain yang mendorong Olafson untuk menyewakan rahim adalah kemampuan fisiknya dalam menjaga kehamilan. Selama ini, ia tidak pernah mengalami morning sickness atau mual-mual di pagi hari, bahkan masih bisa tetap bekerja hingga beberapa hari sebelum melahirkan.

Selain itu, Olafson hampir selalu melahirkan setiap anaknya dalam proses yang tebilang singkat sejak kontraksi hingga anaknya keluar.

"Yang paling lama adalah kelahiran anak perempuan tertua saya, yakni 1 jam 15 menit. Anak kedua yang juga perempuan hanya 30 menit, sedangkan 2 anak terakhir cuma butuh waktu 20 menit," kata Olafson bangga.

Sebagai ibu pengganti, Olafson menyadari bahwa orangtua asli dari bayi-bayi yang dikandungnya adalah pemilik embrio atau sel telur yang sudah dibuahi sperma. Ia hanya menyewakan rahim untuk tempat tumbuh calon bayi, sehingga secara biologis ia tidak berhak mengklaim anak-anak itu sebagai anaknya.

"Para orangtua itu adalah ayah dan ibunya yang asli jadi pola pikir yang saya tanamkan ketika pertama kali mengandung anak mereka adalah, ini anak mereka. Tidak ada urusannya dengan hubungan saya di masa depan dan sebagainya, jadi mari kita bikin sesederhana mungkin," kata Olafson.
(up/ir
Sumber: http://health.detik.com/read/2012/04/11/130043/1889779/1299/perempuan-ini-11-kali-melahirkan-anak-orang

Rabu, 21 Maret 2012

PISTOL SERANGAN JANTUNG

PEMBUNUHAN RAHASIA DGN PISTOL SERANGAN JANTUNG


Kematian aneh banyak tokoh kontroversial akibat "serangan jantung" telah banyak menimbulkan pertanyaan di benak para pengamat "teori konspirasi". Mungkinkah aparat inteligan telah memiliki senjata pemicu serangan jantung mematikan?

Kematian misterius terakhir menimpa Andrew Breitbart, orang yang mengumumkan mempunyai rekaman video yang bisa "menghancurkan" karier politik Barack Obama dan akan segera dibuka ke publik. Ia meninggal akibat "serangan jantung" tgl 1 Maret lalu. Padahal dengan umur masih 40-an th dan tidak pernah memiliki catatan serangan jantung, kematian seperti itu sangat-sangat jarang terjadi. Kematian tersebut menyusul kematian serupa yang menimpa komandan HAMAS Mahmoud Mabhouh di sebuah hotel tgl 19 Januari lalu.

Di antara senjata inteligen baru yang kini menjadi perhatian para pengamat inteligen adalah pistol jarum berisi zat-zat yang memicu serangan jantung. Demikian canggih sehingga jarum yang ditembakkan langsung hancur di dalam tubuh dan melebur dalam darah bersama zat-zat pemicu serangan jantung. Dampak yang dialami penderita saat mendapat tembakan hanya seperti gigitan nyamuk, atau bahkan tidak terasa sama sekali.

"Racun pembunuh dengan cepat menyebar melalui pembuluh darah dan menimbulkan serangan jantung hebat. Dan saat kerusakan terjadi, racun tersebut dengan cepat terurai dengan sendirinya sehingga otopsi yang dilakukan hanya menemukan adanya serangan jantung biasa," ungkap Fred Burks, seorang analis inteligen kepada majalan "Examiner" (Fred Burks, "CIA secret weapon of Assassination", 29 November 2009).

Jarum kecil yang ditembakkan akan menembus pakaian, hanya menimbulkan noda merah di kulit. Jika pakaian yang digunakan cukup tebal seperti jaket kulit, ada kemungkinan korban berhasil diselamatkan. Setelah itu korban akan menderita gatal-gatal di area tembakan sebelum akhirnya terkulai karena serangan jantung.

Kini diyakini pistol jarum pemicu serangan jantung mematikan telah digunakan dinas-dinas inteligen "pionir" seperti Mossad dan CIA. Senjata kecil itu gampang disembunyikan dan ditembakkan. Di tengah-tengah keramaian dan oleh agen inteligen terlatih, senjata itu tidak menimbulkan kecurigaan saat ditembakkan.

"Saat jarum mematikan itu masuk ke dalam tubuh, individu yang menjadi target mungkin merasa seperti mendapat gigitan nyamuk, atau bahkan tidak merasakan dampak apapun. Jarum beracun itu kemudian hancur saat masuk ke dalam tubuh," papar Burks selanjutnya.

Menurut Burks, informasi awal tentang senjata rahasia ini sebenarnya terjadi dalam suatu sidang Komisi Senat yang membahas praktik-praktik ilegal CIA tahun 1975. Namun senjata rahasia ini hanya satu dari beberapa senjata rahasia lainnya yang dibahas dalam sidang yang secara resmi disebut sidang "Komite Khusus Senat untuk Mempelajari Operasi Inteligen Pemerintah."

Kini, 37 tahun kemudian, senjata seperti itu tentu jauh lebih canggih dari yang dibahas dalam sidang senat Amerika.



Ref:
"Heart Attack Homocides in Disguise"; Deborah Dupre; incogman.net; 4 Maret 2012

"More Thoughts on the Death of Andrew Breitbart"; James Buchanan; davidduke.com; 1 Maret 2012
Sumber : http://cahyono-adi.blogspot.com/2012/03/pembunuhan-rahasia-dgn-pistol-serangan.html