Senin, 25 Juni 2012

Penghormatan Terakhir Tim Dokter Pada Sang Bocah 'Pemberi Harapan'

enin, 25/06/2012 07:33 WIB
Rachmadin Ismail - detikNews

China Daily
Chefing Kisah Xiwang, bocah berusia dua tahun yang mendonorkan organnya bagi anak lain membuat tim dokter di China terharu. Mereka memberi penghormatan terakhir sambil membungkukkan badannya.

Diberitakan AsiaOne, Senin (25/6/2012) momen ini dijepret oleh para jurnalis sesaat setelah Xiwang dinyatakan meninggal dunia karena kerusakan otak. Anak itu kemudian dibawa ke ruang operasi untuk diambil ginjal dan hatinya bagi dua anak lain yang membutuhkan.

Suster dan dokter yang menangani Xiwang pun berbaris rapi mengelilingi ruangan. Mereka memberi penghormatan terakhir sambil membungkukkan badan. Suasana haru di ruangan itu sangat terasa.

Orang tua Xiwang (2) membuat keputusan penting saat sadar anaknya tak bisa tertolong lagi karena sakit. Mereka memutuskan untuk mendonorkan organ sang anak bagi dua anak lain yang membutuhkan.

"Dibandingkan dengan membakar anak kami menjadi abu, kami memutuskan untuk mendonorkan organ supaya bisa menolong anak-anak lain," ujar ibu Xiwang, Wang Xiaofei.

"Kami memanggilnya Xiwang karena kami ingin memberi harapan hidup untuk anak lain yang membutuhkan bantuan," sambungnya.

Xiwang meninggal dunia pada 9 Juni lalu pukul 17.30 waktu setempat. Setelah dikecup untuk terakhir kalinya oleh sang ayah, Xiwang langsung masuk ke ruang operasi untuk diambil hati dan ginjalnya bagi dua anak lain yang sudah menunggu pertolongan.

Kini, dua anak yang mendapat organ dari Xiwang kondisinya semakin membaik. Orang tua kedua anak tersebut pun sangat berterima kasih pada Xiwang.

(mad/mad)

Rabu, 09 Mei 2012

Sehari Bersama Pak Guru Kakao Tanah Mandar

Sekitar dua tahun lalu, Kompas mengulas tentang profil seorang petani tua sekaligus mantan penyuluh pertanian  dari tanah Mandar. yang sukses mengembangkan kakao dengan teknik sambung samping, dan hasilnya bisa membuat orang yang melihatnya berdecak kagum.
kakao hasil Sambung Samping haji Malik (Dok. Sribudi Astuti)
kakao hasil Sambung Samping Haji Malik (Dok. Sribudi Astuti)
Sekitar dua bulan lalu, selepas acara Kompasiana Nangkring di Makassar, saya berkesempatan mengunjungi Pak Haji Malik, Sang guru kakao yang tinggal di Mamuju. Senin siang selepas menyelesaikan seluruh kegiatan saya di Ibukota Kabupaten Mamuju, saya bersama seorang teman dan dipandu salah seorang putra haji Malik, kami  berkendara menyusuri jalan trans sulawesi sejauh 30 kilometer kearah utara. Kami sampai di Rumah haji Malik tepat tengah hari, tetapi sayangnya Haji Malik Sedang berada di kebun yang katanya hanya berjarak 2 km saja dari rumahnya.
Pikir saya jarak segitu tidak terlalu jauh, tetapi ternyata sepanjang jalan saya mengumpat “wah kalau ini mah 2 km nya dalam ukuran para raksasa” saking jauhnya. ketika berbelok dari jalan trans Sulawesi, kami memasuki kawasan perkebunan yang sunyi, mirip hutan, saya langsung berpikir, kok Haji Malik berani ya ke kebun yang sepi begini.
Wajah saya yang jutek karena panik melewati kebun yang sepi, serta jalanan yang berbatu dan naik turun langsung menguap ketika memasuki batas kebun milik Haji Malik. begitu memasuki ‘pintu utama’kebun, saya dihadapkan pada pohon kakao yan sarat buah, mengkilat dan ranum. Seorang lelaki tua kemudian keluar dari pondok dan menyambut kami dengan keramahannya dan menerima kami berbincang-bincang di kolong rumah panggung yang sekaligus berfungsi sebagai ‘kelas’ bagi siapa saja yang ingin belajar tentang kakao.
Dengan panjang lebar Haji Malik menceritakan sepak terjangnya sebagai penyuluh, sebagai petani dan tak lupa beliau juga menunjukkan tulisan tentang dirinya di koran Kompas yang dicopy dan dicetak di spanduk fiber yang terpajang di kolong rumah panggung.
Haji Malik dibawah Koran Kompas yang memuat tentang dirinya (sribudi Astuti)
Haji Malik dibawah Koran Kompas yang memuat tentang dirinya (sribudi Astuti)
Saking semangatnya, tanpa saya minta Haji Malik mengajak saya berkeliling kebun kakaonya, yang hampir semuanya sudah diremajakan dengan teknik sambung samping, dan saat ini Haji malik juga sedang mempersiapkan bahan tanam yang akan dijadikan sebagai bahan teknik sambung pucuk.
kakao siap panen(Dok. Sribudi Astuti)
kakao siap panen(Dok. Sribudi Astuti)
ketika saya berkeliling kebun, ternyata jauh didalam kebun terdapat sekelompok mahasiswa yang sudah hampir dua bulan tinggal bersama Haji Malik untuk menimba ilmu tentang budidaya kakao. Dengan senang hati pula Haji Malik mengarahkan mahasiswa tersebut untuk bekerja sesuai prosedur.
Mahasiswa yang berguru pada haji Malik (Dok. Sribudi Astuti)
Mahasiswa yang berguru pada haji Malik (Dok. Sribudi Astuti)
Dalam kebun Haji Malik terdapat berbagai macam Klon Kakao, ada dari Medan, Filipina, Puslit Kopi Kakao dan Klon R1 dan R2 hasil sambung samping Haji malik Sendiri. Memang banyak perbedaannya, hasil sambung samping dari Haji Malik dengan kakao dari Puslit Kopi Kakao, saya menduga, kakao yang bagus ditanam di jawa, belum tentu cocok dengan iklim di Sulawesi Barat, begitu pula sebaliknya.
Haji Malik tidak hanya fokus padda kakao, didalam kebunnya juga terdapat kambing kambing yang diberi makan daun lamtoro yang tumbuh sebagai penaung tanaman kakao dan kotorannya dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman kakao.
Tanpa sengaja, saya nyeletuk mengapa Haji Malik di masa tuanya masih mau bersusah-susah hidup di kebun sepi seperti itu, padahal dari hasil pensiun dan hasil kebun seandainya didelegasikan pengelolaannya pada orang lain pasti lebih dari cukup untuk menopang hidup. ternyata, prinsip seorang penyuluh yang tidak hanya omong doang benar-benar dipegang. Jangan sampai sebagai seorang yang mengajari orang lain, tidak bisa memberi contoh nyata.. hem.. prinsip sederhana yang mengena.
Tepat sore hari saya mohon diri pada Haji Malik untuk kembali ke Makassar, dengan berat hati saya meninggalkan kebun itu, karena masih banyak hal yang ingin saya pelahjari, tapi apalah daya, saya harus mengejar bis tujuan Makassar dan kembali bekerja lagi keesokan harinya.


Senin, 30 April 2012

In memorial, Gita Sesa Wanda Cantika. 19/06/91-25/12/06

Novel Surat kecil untuk Tuhan ( True story Gitta sessa wanda cantika )
Adalah sebuah novel yang diangkat dari kisah nyata keke, seorang gadis remaja Indonesia yang telah meninggal tahun 2006 karena kanker ganas. Buku ini terjual lebih dari 50.000 exp, tahun 2011 telah diadaptasi ke layar lebar. Kisah Keke pernah di ulas dalam acara kick Andy dan ribuan air mata telah berjatuhan setelah membaca kisahnya.
( Buku ini bisa didapatkan di seluruh toko buku di indonesia dengan harga 38.800 ( bonus cd), sebagian penjualan buku akan disumbangkan ke yayasan kanker. filmnya sudah ditayangkan pada 15 feburary 2011)

Hai Sobat, namaku Keke. Umurku 13 tahun ketika aku divonis mengalami penyakit kanker ganas bernama Rabdomiosarkoma, sulit bagiku untuk mengerti penyakit apa yang menyerang bagian wajahku itu bahkan untuk menyebut ulang nama penyakit itu, aku sangat kesulitan. Dokter bilang aku terkena kanker jaringan lunak yang sangat langkah dan menjadi orang pertama di Indonesia yang mengalami penyakit itu.
Aku sedih ketika ayahku menangis menolak permintaan dokter untuk melakukan operasi di wajahku. Dokter bilang: bila aku tidak melakukan operasi, maka hidupku tidak akan bertahan lama lebih dari 3 bulan. Aku sangat terkejut, karena penyakit itu tidak memiliki tanda-tanda apapun selain aku mengalami sakit mata yang diikuti dengan mimisan yang terjadi selama seminggu. Kanker itu hanya seukuran kuku jariku dan bersarang di bagian pelipis mataku, tapi operasi itu mengharuskan aku kehilangan sebagian wajah kiri dan mataku.

Ayahku tentu tidak akan rela aku kehilangan bagian wajahku karena aku adalah seorang anak gadis yang akan tumbuh dewasa bagaimanapun kelak. Aku tidak pernah paham seberapa menakutkan penyakit itu hingga aku merasakan sendiri bagian wajahku mulai membengkak sebesar bola tenis dan buta. Ketika aku menangis merasakan kesakitan, ayahku tidak pernah mau jujur mengatakan penyakit itu. Hingga akhirnya aku berjuang hidup selama 3 bulan mencari pengobatan tradisional dan seseorang ulama mengatakan padaku aku terserang kanker.
Perasaanku saat itu sangat hancur, aku tau hidupku tidak akan lama lagi dengan keadaan buta dan kehilangan pernafasan hidung sebelah kiriku. Aku menangis dan protes kepada Tuhan, mengapa ia tega merenggut masa remajaku dan kesempatanku untuk menjadi penyanyi dan model. Air mata yang berjatuhan setiap harinya tak pernah kulewatkan ketika rasa sakit kanker itu datang. Walau demikian aku sungguh beruntung, sahabat-sahabatku, keluargaku dan kekasihku selalu ada disampingku untuk memberikan dukungan tanpa henti.

Ketika aku mulai pasrah Tuhan menjemputku, Aku hanya berdoa berharap kepada Tuhan agar ia memberikan aku waktu lebih lama di dunia ini untuk mengucapkan selama berpisah dengan sahabat, kekasihku dan terutama untuk membuat ayahku bahagia lebih lama.Disaat itu aku tidak mampu berdiri dan mengalami kritis. Tuhan mendengar doaku, disaat itulah aku mendapatkan sebuah mujizat, seorang dokter menyelamatkanku dari penyakit itu disaat-saat terakhir hidupku. aku sembuh dan kanker diwajahku menghilang secara ajaib.

Aku merasakan kebaikan tuhan padaku dan melawan vonis kematian yang dikatakan dokter padaku, aku pun berjanji padanya mulai saat itu untuk bersyukur akan kehidupan yang ia berikan padaku. Usai penyakit itu hilang dalam hidupku, Aku melewatkan hari-hariku dengan bahagia bersama keluarga dan teman-temanku, aku menghabiskan waktuku dengan belajar kitab suci dan mendekatkan diriku pada Tuhan. Hidup-hidupku pun berlalu dengan bahagia walaupun pada akhirnya hal yang tak kuharapkan terjadi lagi dalam hidupku ketika kanker itu kembali padaku, kini ia menyerang wajah sebelah kananku.
 Disaat aku mendapatkan vonis itu kembali, aku tidak lagi takut dan aku tidak lagi marah kepada Tuhan. Aku bersyukur padanya, ia memberikan aku kesempatan lebih lama di dunia ini untuk dapat bersama sahabat, keluargaku dan kekasihku.Walau air mata berjatuhan disampingku, aku berusaha untuk tegar dan mengatakan kepada semua orang, kalau ujian dalam hidupku adalah tanda sayang Tuhan kepadaku.

Dokter yang menyelamatkan hidupku pertama kalinya menyerah, ia tidak sanggup lagi menyelamatkanku. Aku hanya tersenyum dan berjanji untuk bertahan hidup hingga aku bisa melewatkan ujian terakhirku di dunia ini agar bisa lulus di bangku SMP. Walau aku buta dan lumpuh, aku berjanji pada Tuhan dan sahabat-sahabatku untuk lulus dan memakai seragam SMA.

Sobat, hidup adalah anugerah yang indah. Atas kebaikan Tuhan, aku mampu mengikuti ujian sekolah dengan kondisiku yang semakin parah. Aku bersyukur karena bisa lulus dengan baik dan sampai akhirnya mampu memakai seragam rok abu-abu bersama sahabat-sahabatku walau hanya sehari disaat sebelum aku harus dilarikan ke rumah sakit karena darah terus mengalir di hidungku.Kematianku semakin dekat dan itu bisa kurasakan disaat hembusan nafasku semakin berat.

Tapi aku tidak ingin pergi dari dunia ini tanpa menuliskan suratku kepada Tuhan..surat yang telah membuatku hidup sebagai seorang gadis yang berjuang untuk hidup dan ribuan anak-anak lain yang mengalami penyakit kanker yang sama denganku.
Aku berharap ketika aku tidak ada lagi di dunia ini, kisahku menjadi inspirasi bagi siapapun yang ada di dunia ini untuk bersyukur akan hidup. Karena Tuhan begitu mencintai kita dengan cobaannya.
Sobat.. bila ada tawa di dunia ini, maka akan ada tangis disampingnya.
In memorial gitta sessa wanda cantika.
Surat Kecil Untuk Tuhan

Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.

Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku,
terjadi pada orang lain.

Tuhan…
Bolehkah aku menulis surat kecil untuk-Mu

Tuhan…
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu

Tuhan…
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya..

Tuhan…
Izinkanlah rambutku kembali tumbuh, agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya.

Tuhan…
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bisa memberikan kebahagiaan
kepada ayah dan sahabat-sahabatku

Tuhan…
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup
kepada siapapun yang mengenalku..

Tuhan ..
Surat kecil-ku ini
adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali…
Ke dunia yang Kau berikan padaku..
In memorial,
Gita Sesa Wanda Cantika.
19/06/91-25/12/06
Sumber: http://rishacucumdoeriat.blogspot.com/2011/04/in-memorial-gita-sesa-wanda-cantika.html

Senin, 16 April 2012

Perempuan Ini 11 Kali Melahirkan Anak Orang

Rabu, 11/04/2012 13:03 WIB

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Browser anda tidak mendukung iFrame

img
Meredith Olafson (MSNBC)
Jakarta, Menyewakan rahim adalah pekerjaan yang agak asing bagi sebagian orang, namun tidak bagi perempuan ini. Dari 15 anak yang pernah dikandung dan dilahirkannya, 11 di antaranya adalah janin dari perempuan lain yang dititipkan ke rahimnya.

Kesebelas bayi orang yang dilahirkan oleh perempuan bernama Meredith Olafson (47 tahun) ini terdiri dari 2 pasang bayi kembar 3, sepasang bayi kembar 2, serta 3 bayi yang lahir sendiri-sendiri. Bayi yang berasal dari sel telurnya sendiri malah hanya 4 orang.

Perempuan asal Fargo, North Dakota ini mengaku senang punya anak sendiri, sehingga merasa sedih jika membayangkan ada perempuan yang tidak bisa punya anak sendiri karena rahimnya bermasalah. Dengan alasan itulah, ia terpikir untuk menyewakan kandungannya pada perempuan-perampuan yang tidak beruntung itu.

"Saat kamu melihat wajah para orangtua itu, saat melihat USG (ultrasonografi) untuk pertama kalinya dan melihat jantungnya berdetak, atau bahkan mendengarnya, itu sangat tidak ternilai harganya," kata Olafson seperti dikutip dari MSNBC, Rabu (11/4/2012).

Kebahagiaan para orangtua yang menitipkan bayi ke rahimnya adalah kebahagiaan juga bagi Olafson, jauh melebihi honornya sebagai ibu pengganti atau surrogate mother. Biasanya ibu pengganti dibayar sekitar Rp 2,3 miliar sekali hamil, namun Olafson mengaku tidak memasang tarif semahal itu.

Alasan lain yang mendorong Olafson untuk menyewakan rahim adalah kemampuan fisiknya dalam menjaga kehamilan. Selama ini, ia tidak pernah mengalami morning sickness atau mual-mual di pagi hari, bahkan masih bisa tetap bekerja hingga beberapa hari sebelum melahirkan.

Selain itu, Olafson hampir selalu melahirkan setiap anaknya dalam proses yang tebilang singkat sejak kontraksi hingga anaknya keluar.

"Yang paling lama adalah kelahiran anak perempuan tertua saya, yakni 1 jam 15 menit. Anak kedua yang juga perempuan hanya 30 menit, sedangkan 2 anak terakhir cuma butuh waktu 20 menit," kata Olafson bangga.

Sebagai ibu pengganti, Olafson menyadari bahwa orangtua asli dari bayi-bayi yang dikandungnya adalah pemilik embrio atau sel telur yang sudah dibuahi sperma. Ia hanya menyewakan rahim untuk tempat tumbuh calon bayi, sehingga secara biologis ia tidak berhak mengklaim anak-anak itu sebagai anaknya.

"Para orangtua itu adalah ayah dan ibunya yang asli jadi pola pikir yang saya tanamkan ketika pertama kali mengandung anak mereka adalah, ini anak mereka. Tidak ada urusannya dengan hubungan saya di masa depan dan sebagainya, jadi mari kita bikin sesederhana mungkin," kata Olafson.
(up/ir
Sumber: http://health.detik.com/read/2012/04/11/130043/1889779/1299/perempuan-ini-11-kali-melahirkan-anak-orang

Rabu, 21 Maret 2012

PISTOL SERANGAN JANTUNG

PEMBUNUHAN RAHASIA DGN PISTOL SERANGAN JANTUNG


Kematian aneh banyak tokoh kontroversial akibat "serangan jantung" telah banyak menimbulkan pertanyaan di benak para pengamat "teori konspirasi". Mungkinkah aparat inteligan telah memiliki senjata pemicu serangan jantung mematikan?

Kematian misterius terakhir menimpa Andrew Breitbart, orang yang mengumumkan mempunyai rekaman video yang bisa "menghancurkan" karier politik Barack Obama dan akan segera dibuka ke publik. Ia meninggal akibat "serangan jantung" tgl 1 Maret lalu. Padahal dengan umur masih 40-an th dan tidak pernah memiliki catatan serangan jantung, kematian seperti itu sangat-sangat jarang terjadi. Kematian tersebut menyusul kematian serupa yang menimpa komandan HAMAS Mahmoud Mabhouh di sebuah hotel tgl 19 Januari lalu.

Di antara senjata inteligen baru yang kini menjadi perhatian para pengamat inteligen adalah pistol jarum berisi zat-zat yang memicu serangan jantung. Demikian canggih sehingga jarum yang ditembakkan langsung hancur di dalam tubuh dan melebur dalam darah bersama zat-zat pemicu serangan jantung. Dampak yang dialami penderita saat mendapat tembakan hanya seperti gigitan nyamuk, atau bahkan tidak terasa sama sekali.

"Racun pembunuh dengan cepat menyebar melalui pembuluh darah dan menimbulkan serangan jantung hebat. Dan saat kerusakan terjadi, racun tersebut dengan cepat terurai dengan sendirinya sehingga otopsi yang dilakukan hanya menemukan adanya serangan jantung biasa," ungkap Fred Burks, seorang analis inteligen kepada majalan "Examiner" (Fred Burks, "CIA secret weapon of Assassination", 29 November 2009).

Jarum kecil yang ditembakkan akan menembus pakaian, hanya menimbulkan noda merah di kulit. Jika pakaian yang digunakan cukup tebal seperti jaket kulit, ada kemungkinan korban berhasil diselamatkan. Setelah itu korban akan menderita gatal-gatal di area tembakan sebelum akhirnya terkulai karena serangan jantung.

Kini diyakini pistol jarum pemicu serangan jantung mematikan telah digunakan dinas-dinas inteligen "pionir" seperti Mossad dan CIA. Senjata kecil itu gampang disembunyikan dan ditembakkan. Di tengah-tengah keramaian dan oleh agen inteligen terlatih, senjata itu tidak menimbulkan kecurigaan saat ditembakkan.

"Saat jarum mematikan itu masuk ke dalam tubuh, individu yang menjadi target mungkin merasa seperti mendapat gigitan nyamuk, atau bahkan tidak merasakan dampak apapun. Jarum beracun itu kemudian hancur saat masuk ke dalam tubuh," papar Burks selanjutnya.

Menurut Burks, informasi awal tentang senjata rahasia ini sebenarnya terjadi dalam suatu sidang Komisi Senat yang membahas praktik-praktik ilegal CIA tahun 1975. Namun senjata rahasia ini hanya satu dari beberapa senjata rahasia lainnya yang dibahas dalam sidang yang secara resmi disebut sidang "Komite Khusus Senat untuk Mempelajari Operasi Inteligen Pemerintah."

Kini, 37 tahun kemudian, senjata seperti itu tentu jauh lebih canggih dari yang dibahas dalam sidang senat Amerika.



Ref:
"Heart Attack Homocides in Disguise"; Deborah Dupre; incogman.net; 4 Maret 2012

"More Thoughts on the Death of Andrew Breitbart"; James Buchanan; davidduke.com; 1 Maret 2012
Sumber : http://cahyono-adi.blogspot.com/2012/03/pembunuhan-rahasia-dgn-pistol-serangan.html

Rabu, 14 Maret 2012

Pertolongan Allah Datang Setelah Ujian (I)

(Gambar: xmdr.org)
Masing-masing diri kita pernah mengalami sebuah kesuksesan, apapun bentuknya. Bisa sukses dalam usaha, studi, mengajar, juga bekerja.
Akan tetapi, kita terkadang melupakan sesuatu. Saat kita sukses, seolah-olah kesuksesan itu seratus persen karena kehebatan kita. Ada satu hal, yang perlu digarisbawahi, tidak ada kesuksesan yang seratus persen karena kehebatan kita.
Memang dalam setiap kesuksesan itu ada perjuangan disitu. Namun, begitu kita sukses, jangan beranggapan bahwa kesuksesan itu sepenuhnya buah kerja keras kita. Mari kita lihat dalam firman Allah ketika Nabi diberi kemenangan. Allah mengingatkan “Idzajaa anasrullahi wal fath,” (QS An-Nashr: 1). Ayat tersebut bermakna, apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.
Kata ustad saif kutub di dalam tafsirnya ini peringatan bagi kita. Kita sukses karena ada pertolongan Allah. Maka ketika Allah berfirman tentang kemenangan Rasul, tidak disebut “Idzaa jaa al fathu wa naasrullah” tetapi “Idzajaa anasrullahi wal fath”. Jadi percayalah, setiap kali kita meraih kesuksesan sesungguhnya disitu ada kuasa dan pertolongan Allah swt.
Nah, di dalam Al-Quran kata pertolongan itu disebut tidak kurang dari 37 kali. Kalimat pertolongan tersebut ada yang ditulis dengan min (nasruminallah), ada pula yang langsung (nasrullah). Nasruminallah bermakna pertolongan dari Allah. Menurut ahli tafsir, pada kalimat nasrumminallah, masih ada wilayah ikhtiar kita. Namun ada juga  nasrullah, pertolongan Allah. Allah yang menolong sepenuhnya, tidak ada campur tangan kita.
Rekan-rekan mahasiswa yang ingin lulus tentu saja harus ber-ikhtiar. Ikhtiar dia, lembaga, dosen, juga pembimbing, itulah yang disebut nasruminallah. Jadi Allah memberikan pertolongan tetapi masih ada ikhtiar kita.
Pertolongan Dikaitkan dengan Ujian dan Kesabaran
dalam Quran sendiri, kata pertolongan dihubungkan dengan kata ujian. Yang kedua, kata pertolongan juga kerap  dihubungkan dengan kata sabar.
Allah akan menolong seseorang ketika orang itu memang sudah berada dalam klimaks ujian. Dan kalau Allah sudah menolong, logika kita kadang susah untuk menjelaskannya.
Kita ambil contoh, saat Nabi Ibrahim berhadapan dengan raja Namrud.  Saat itu tidak ada jalan keluar agar Nabi Ibrahim selamat. Ia dibakar hidup-hidup. Begitu badannya dilempar kedalam api yang menyala-nyala, seketika itu jua Allah menolong. Yaa naaruku I bardama wa salama. Wahai api dinginlah dan selamatkan (Ibrahim).
Tolong perhatikan disini. Tentu saja, akal manusia akan mengatakan jika manusia terbakar tentu ia akan mengalami luka bakar. Namun, tidak demikian dengan Nabi Ibrahim.
Begitupun dengan Nabi Musa. Saat itu, beliau mengajak Bani Israil keluar dari Mesir menuju Palestina. Firaun yang marah mengirim pasukan untuk mengejar Nabi Musa. Beliau pun berada dalam posisi terjepit.
Laut Merah menghadangnya di depan. Sementara, di belakang sudah ada Firaun bersama tentaranya. Secara logika manusia, sudah tak ada lagi jalan keluar.
Allah pun menolong. Laut Merah terbelah hingga dapat disebrangi dengan mudah. Begitu Nabi Musa dan rombongan tiba di seberang, laut kembali tertutup dan menenggelamkan Firaun beserta prajuritnya.
Contoh lainnya di Indonesia. Pada zaman perjuangan, bangsa kita yang bersenjata bambu runcing mesti berhadapan dengan tentara-tentara Belanda dan Jepang yang menggunakan senjata otomatis. Secara logika kita seharusnya kalah, tapi kenapa kita menang? Lagi-lagi pertolongan Allah.
Saat ini, kita bangsa Indonesia, diuji oleh berbagai hal. Krisis multidimensi. Kalau menggunakan logika, orang bisa putus asa. Namun, kita tidak perlu berputus asa. Karena kalau Allah sudah memberikan pertolongan, hitungan matematis otomatis tidak bisa diterapkan. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara bangsa ini mesti meniru mental menghadapi krisis layaknya Rasulullah. [Fe]

Disarikan dari Ceramah Jumat, 10 Februari 2012 di Masjid Salman ITB oleh Dr. H. Aam Amiruddin, M.Si, pendiri dan pembina Yayasan Percikan Iman

Sumber :  http://salmanitb.com/2012/03/pertolongan-allah-datang-setelah-ujian

Sabtu, 03 Maret 2012

Operasi Geraham Bungsu

 Bagi Teman2 yg punya masalah dg gigi geraham bungsu, ada baiknya membaca cerita  berikut ini. Semoga Bermanfaat !

Cerita Saya : Operasi Geraham Bungsu

Posted: 20 Agustus 2011
Apa, Kenapa, Bagaimana
Bagi beberapa orang, istilah geraham bungsu terdengar asing. Bahkan ada yang mengatakan kalau geraham bungsu itu adalah geraham susu (seperti gigi susu yang tumbuh pada usia anak-anak). Sebenarnya, geraham bungsu itu adalah gigi terakhir yang tumbuh, pada usia 18-23 tahun.
Jumlah gigi pada manusia dewasa terdiri atas 8 buah gigi seri, 4 buah gigi taring, dan 20 buah gigi geraham. Jika dibuat gambaran seperti dibawah ini
Susunan Gigi Orang Dewasa
Rahang Atas :       M3-M2-M1-PM2-PM1-C-LI-CI-CI-LI-PM1-PM2-M1-M2-M3
Rahang Bawah  : M3-M2-M1-PM2-PM1-C-LI-CI-CI-LI-PM1-PM2-M1-M2-M3
Keterangan :
CI : Centra Incisor (Gigi seri besar)
LI : Lateral Incisor (Gigi seri kecil)
C : Canine (Gigi taring)
PM1 : Premolar 1 (Geraham kecil depan)
PM2 : Premolar 2 (Geraham kecil belakang)
M1 : Molar 1 (Geraham besar depan)
M2 : Molar 2 (Geraham besar tengah)
M3 : Molar 3 (Geraham besar belakang)
Pada usia beranjak remaja, gigi manusia hanya 28 buah (hanya sampai M2). Sementara Molar 3 tumbuh saat usia menginjak dewasa, karena itu Molar 3 atau Geraham bungsu sering disebut Wisdom Teeth, gigi yang tumbuh diusia dewasa.
Gigi bungsu termasuk dalam kategori struktur vestigial, yaitu struktur yang fungsi awalnya menjadi hilang atau berkurang sejalan dengan evolusi. Salah satu contoh struktur vestigial lainnya adalah tulang ekor pada manusia, kelopak mata ketiga (Pilica Semilunaris), bulu, dan umbai cacing (Appendix).
Pertumbuhan geraham bungsu tidak menjadi masalah jika terdapat ruang yang cukup di rahang untuk tempat tumbuhnya geraham bungsu. Tapi, jika tidak tersedia ruang yang cukup untuk tumbuh gigi pada rahang, maka geraham bungsu akan tumbuh tidak wajar seperti tumbuh horizontal (menyamping) yang akan mendesak geraham disebelahnya sehingga merusak geraham yang didesak itu, jika tumbuh agak kedalam bisa merusak akar geraham disampingnya. Geraham bungsu bisa saja tumbuh vertical ke bawah, ini bisa merusak jaringan gigi dan tulang lunak pada rahang. Pertumbuhan tidak sempurna juga bisa membentuk kista dan tumor pada rahang.
Impaksi Geraham Bungsu
Faktor keturunan menjadi masalah pertumbuhan geraham bungsu. Misalkan saja seorang anak dari ayah yang mempunyai rahang besar dan ukuran gigi besar dan ibu yang mempunyai rahang kecil dan gigi kecil berkemungkinan akan membwa sifat gabungan dari orang tua. Tidak masalah jika si anak mempunya rahang besar dan ukuran gigi kecil sehingga masih memiliki cukup ruang pada rahang untuk tempat tumbuh gigi bungsu. Akan menjadi masalah jika si anak mempunyai rahang kecil dan gigi besar yang akibatnya ruang tempat tumbuhnya geraham bungsu tidak ada – kondisi seperti ini yang saya alami. Ada juga yg mengkaitkan pertumbuhan tidak normal dari gigi bungsu karena pola makan yang lunak sehingga tumbuh kembang rahang tidak terstimulir dengan baik.
Selain keluhan sakit gigi dan peradangan gusi/gigi, masih ada beberapa gejala lain yang timbul dari permasalahan gigi bungsu seperti sakit kepala yang tidak jelas sumbernya, telinga berdengung, sakit leher, bahkan terbentuknya kista pada rongga dalam rahang. Saya sendiri sering mengalami sakit kepala, bahkan terkadang seperti mau pingsan, katanya ini bisa jadi muncul dari efek geraham bungsu yang tumbuh abnormal dan menekan syaraf.
Contoh : Benih Geraham Bungsu Yang Akan Tumbuh Tidak Normal
Benih geraham bungsu mulai muncul di umur 9 tahun dan mahkota gigi selesai terbentuk umur 12-15 tahun. Jadi gigi geraham bungsu sudah dapat dilihat melalui rontgen pada umur 12-15 tahun walaupun gigi tersebut belum tumbuh.
 Dengan demikian pencabutan gigi geraham bungsu yang impaksi dapat dilakukan antara umur 12-18 tahun atau setelah gigi molar / geraham kedua tumbuh. Tentu saja persiapannya dilakukan rontgen foto sebelum dilakukan pencabutan. Pencabutan gigi geraham bungsu pada usia 12-18 tahun dikenal dengan pencabutan preventif dan ini sangat dianjurkan mengingat pada usia tersebut akar gigi masih pendek sehingga memudahkan operasi dan mempercepat waktu penyembuhan dan menghindari terkenanya saraf pada rahang.


Operasi Geraham Bungsu
Berawal dari ajakan teman, akhirnya saya mulai rutin memeriksakan gigi ke dokter, sejak setahun lalu. Tujuan utama membersihkan karang gigi dan menambal beberapa gigi yang bolong (sebesar lubang jarum) dan mencabut 2 buah geraham yang sudah rusak (gigi molar 1 kiri bawah dan kanan bawah, karena lubangnya sudah sangat besar). Butuh bolak-balik beberapa kali untuk menyelesaikan semua perawatan gigi itu.
Pembersihan karang dan penambalan beberapa gigi yang berlubang sudah selesai, tinggal mencabut 2 geraham molar satu sisi kiri dan kanan bawah. Namun, sebelum geraham molar dicabut, bu dokter menyarankan saya untuk melakukan rontgen rongga mulut (foto paranomic) untuk melihat posisi geraham bungsu. Menurut bu dokter, seharusnya di umur 23 tahun geraham bungsu sudah muncul ke permukaan. Tapi, geraham bungsu saya belum terlihat juga.
Kemudian, saya me-rontgen gigi ke RS. Eka Hospital di Pekanbaru. Dari hasil rontgen terlihat kalau ke-4 geraham bungsu sudah tumbuh, tapi tidak keluar dari lapisan gusi. Geraham bungsu kiri dan kanan bawah, berukuran besar dan tumbuh horizontal menabrak gigi disampingnya. Sementara geraham bungsu kanan atas tumbuh diagonal, juga menabrak geraham disampingnya. Terakhir, geraham bungsu kiri atas tumbuh lurus vertical, tapi tidak muncul ke permukaan. Kesimpulannya, ke-4 geraham bungsu ini harus dicabut. Jika tidak dilakukan maka ke-3 geraham bungsu yang tumbuh horizontal dan diagonal akan merusak gigi disampingnya. Sementara geraham bungsu kiri atas yang tumbuh vertical namun tidak muncul ke permukaan, dapat mengakibatkan kista.
Hasil Foto Paranomic
Foto Rahang Kanan : Geraham bungsu kanan bawah tumbuh horizontal dan menabrak geraham disampingnya, sementara geraham kanan atas tumbuh diagonal dan mulai menabrak akar geraham disampingnya. Kedua geraham tidak muncul ke permukaan gusi
Foto Rahang Kiri : Geraham bungsu kiri bawah tumbuh horizontal dan merusak akar geraham disampingnya, sementara geraham kiri atas tumbuh lurus. Kedua gigi tidak muncul ke permukaan gusi
Sebelum memutuskan untuk mencabut geraham bungsu, saya melakukan riset kecil dari artikel-artikel di internet. Akhirnya saya mengetahui masalah geraham bungsu tumbuh abnormal itu menjadi hal biasa, apalagi bagi orang Indonesia yang mempunyai struktur rahang kecil. Yang terpenting dari riset kecil ini adalah mengetahui kisaran biaya operasi. Ada yang mengatakan operasi kecil (dengan bius local) untuk 1 gigi diklinik dokter gigi yang melayani pencabutan geraham bungsu adalah 4 juta rupiah, kalau 4 gigi berarti 16 juta. Ada juga klinik yang menarifkan 1 juta pergigi, tapi itu di Jakarta, dan dicabutpun harus satu-persatu dengan bius lokal (tidak sekaligus). Bahkan di sebuah RS International, operasi 4 geraham bungsu dengan bius total ditarifkan 40 juta. Di salah satu RS Swasta di Pekanbaru, biaya cabut 4 geraham bungsu adalah 12 juta rupiah. Ya, mendengar biaya yang super duper selangit itu bikin saya ciut. Bisa-bisa rencana operasi terkendala karena biaya yang selangit itu.
Setelah memperoleh info dari teman yang bekerja di Askes, operasi geraham bungsu termasuk yang ditanggung sebagian oleh Askes. Dan baiknya lagi, di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru terdapat dokter gigi spesialis Bedah Mulut yang melayani operasi geraham bungsu. Biaya operasinya pun jauh lebih murah dari yang saya sebutkan diatas.
Akhir Desember, saya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk kontrol pertama perawatan gigi. Setelah dokter melihat hasil rontgen gigi, dia menyarankan untuk dioperasi. Saya dijadwal akan dioperasi tanggal 2 Februari 2011, karena RSUD Arifin Achmad hanya melakukan operasi setiap rabu dan kamis ditambah banyak pasien yang juga menunggu untuk dioperasi.
Seminggu sebelum operasi, saya rajin bolak balik RSUD untuk kontrol pra-operasi. Mulai dari rontgen thoraks (dada), cek darah, sampai konsultasi anestesi. Karena geraham bungsu yang dicabut 4 buah, ditambah 2 geraham molar satu yang rusak karena berlubang, dan 1 buah molar dua yang akarnya rusak karena ditabrak oleh geraham bungsu yang tumbuh abnormal maka dokter menyarankan saya untuk anestesi total. Walaupun anestesi total, tapi ini termasuk kategori operasi kecil. Katanya, butuh waktu lama untuk mencabut 7 buah geraham. Dan bagi pasien yang ke-4 geraham bungsunya impaksi sebaiknya dicabut semua dan sekaligus agar sakit (bengkak) pasca-operasi cukup dirasakan sekali saja.
Satu malam sebelum operasi, saya sudah mulai menginap di RSUD. Saya sengaja mengambil kamar perawatan VIP (dua kelas diatas standar kamar perawatan untuk PNS golongan II) agar mendapatkan perlakuan perawatan yang lebih baik, mengingat ini di RS Pemerintah. Resikonya, biaya yang nanti akan saya tanggung sedikit lebih besar, karena Askes hanya menanggung biaya maksimal untuk perawatan sesuai golongan pasien.
Besok (2 Februari 2011) saya direncanakan dioperasi jam 9 pagi, karena itu saya harus puasa 12 jam sebelum operasi. Paginya, setelah selesai mandi saya menuju ke ruang operasi. Sebelum masuk ke ruang operasi, saya harus menanggalkan semua pakaian termasuk pakaian dalam dan diganti dengan baju operasi.
Sebelum saya, sudah ada 1 orang pasien yang juga dioperasi karena geraham bungsu. Saya menunggu di depan pintu kamar operasi, mengintip pasien yang hampir selesai dioperasi itu. Banyak darah yang disedot dari rongga mulut, dan si pasien yang setengah sadar mengeluarkan suara seperti kesakitan. Ups, dan saya pun langsung ciut setelah dikasih tontonan gratis itu.
Tiba giliran saya, tepat jam 10 pagi sudah berbaring di meja operasi. Sambil menyuntikkan bius ke tabung infus, si perawat mengajak saya mengobrol. Tidak sampai 1 menit saya sudah tidak sadar. Ya, pencabutan 7 geraham dimulai. Sebenarnya yang terlihat dicabut itu hanya 3 geraham saja, karena geraham bungsu dari awal memang tidak kasat mata dan tidak muncul ke permukaan gusi.
Satu jam kemudian, operasi selesai. Dalam keadaan setengah sadar saya bisa pindah dari meja (tempat tidur) operasi ke tempat tidur pasien. Kata perawatnya, banyak darah yang keluar dari rongga mulut. Dua jam setelah operasi, saya belum merasakan sakit di rongga mulut, mungkin efek bius masih bekerja. Namun pembengkakan di pipi sudah mulai membesar. Dari artikel yang pernah saya baca, pembengkakan ini bisa berlangsung hingga 7 hari tergantung kondisi pasien. Pasien tidak perlu khawatir Karena pembengkakan bukan merupakan gejala infeksi dan pembengkakan ini akan hilang tanpa meninggalkan bekas. Pasien yang menjalani operasi gigi geraham bungsu cukup mendapat antibiotika, analgetik / penahan sakit dan obat anti inflamasi / anti radang. Selama pembengkakan pasien dapat makan (lunak), aktivitas sehari-hari seperti sekolah atau bekerja. Tapi tidak diperkenankan untuk olah raga terlebih dahulu. Setelah satu minggu benang jahitan dapat dibuka dan obat sudah dapat dihentikan. Karena rajin dikompres, saya hanya mengalami pembengkakan selama 4 hari.
Contoh : Gusi Dijahit Setelah Geraham Bungsu Dikeluarkan
Dari sini saya mengetahui bahwa pasien yang baru selesai dioperasi tidak boleh makan dan minum sebelum ia buang angin (kentut). Ini ada hubungannya dengan sisa bius di tubuh, jika tidak, ini bisa berdampak kematian. Jam 4 sore saya baru buang angin, dan mulailah sedikit demi sedikit minum air putih .
Tanggal 4 Februari saya keluar dari RS. Biaya pengobatan sebesar 3 Juta rupiah ditanggung oleh Askes. Sisanya harus saya bayar sendiri. Klaim yang cukup besar dari Askes ini tentulah sangat membantu.
Sebelum benang-benang jahitan dicabut dari bekas geraham tempat gigi tumbuh, saya hanya makan bubur nasi, minum susu dan sereal. Ini bertujuan agar rahang tidak banyak bekerja mengunyah makanan dan menghindari pendarahan pada sisi bekas operasi.  Sebelum benang dicabut, saya juga tidak boleh menggosok gigi, hanya diperbolehkan berkumur-kumur dengan antiseptic yang tidak membuat ngilu rongga mulut, seperti betadine obat kumur.
Tanggal 7 Februari atau lima hari setelah operasi saya kembali masuk kantor, tapi dengan menggunakan masker selama 2 hari karena masih ada sisa luka di rongga bibir dan mulut tidak nyaman karena sudah 7 hari tidak gosok gigi. Tanggal 9 Februari saya kembali ke rumah sakit untuk mencabut benang sisa operasi. Beberapa benang ada yang sudah menempel ke gusi dan bikin nyeri saat dicabut. Seminggu setelah benang dicabut, saya rutin ke dokter gigi untuk memeriksakan kondisi bekas luka operasi agar tidak terjadi infeksi.
Kata dokter gigi langganan saya, meskipun agak terlambat dicabut, saya sudah melakukan sebuah tindakan baik untuk mencegah komplikasi yang lebih buruk dari pertumbuhan abnormal geraham bungsu. Sampai ini, keluhan sakit kepala yang dulu rutin saya rasakan tiap hari tidak pernah saya alami lagi, benar nyatanya itu muncul dari pertumbuhan abnormal geraham bungsu.