Rabu, 08 Juni 2011

Mata Uang Paling Indah di Dunia

Inilah beberapa mata uang terindah didunia menurut David Standish.

The French Pacific Territories Franc
(Mata Uang Wilayah Pacific Perancis)
The French Pacific Territories Franc

The Maldives Rufiyaa
(Mata Uang Republik Maladewa)
The Maldives Rufiyaa

Sao Tome & Principe Dobras
(Mata Uang Sebuah Negara Kecil Di Teluk Guiana-Afrika)
Sao Tome & Principe Dobras

Switzerland Francs
(Mata Uang Swiss)
Switzerland Francs

Comoro Franc
(Mata Uang Comoro-Negara Kepulauan Kecil Di Afrika)
Comoro Franc

New Zealand Dollar
(Mata Uang Negara Selandia Baru)
New Zealand Dollar

Cook Islands Dollar
(Mata Uang Negara Kepulauan Cook)
Cook Islands Dollar

Hongkong Dollar
(Mata Uang Hongkon)
Hongkong Dollar

Iceland Kronurs
(Mata Uang Islandia)
Iceland Kronurs

Faroe Island Kronurs
(Mata Uang Kepulauan Faroe-Atlantik Utara)
Faroe Island (Kronurs)

sumber: http://unikboss.blogspot.com

Landscape Buah Yang Cantik

Terinspirasi dari The Wizard of Oz and Charlie dan the Chocolate Factory, Carl Warner, seniman asal London mulai lagi menciptakan landscape unik dari bahan makanan. Entah menggunakan sayur-sayuran, produk-produk roti atau daging, atau yang lainnya, tetap saja karyanya terlihat sangat mengagumkan.
Sementara dia sibuk menyusun foodscape-nya, Carl seringkali juga meminta bantuan penghias makanan dan pembuat model untuk membantunya. Prosesnya biasanya dimulai dengan membuat sketsanya, lalu disusunlah segala tetek bengek bahan-bahan tadi, dan terakhir, dia abadikan dalam foto dan sedikit retouch di Mac. Prosesnya makan waktu berhari-hari. Terutama pada saat akan memulai dimana dia biasa nongkrong berjam-jam di supermarket untuk memilih bahan-bahan yang cocok untuk foodscape-nya.








Kamis, 19 Mei 2011

Buah - Buahan Yang "Bisa Hidup" Dan Bergerak Sebagai Karya Seni

Sabtu, 26 Maret 2011


Buah - buahan biasanya dimakan, tapi kali ini buahkarya senifoto buah - buahan yang unik dan ber seni tinggi tersebut.. dijadikan sebagai yang menakjubkan !! ga percaya? 


Buah,Karya seni dari buah,buah-buahan,seni buah,kerajinan dari buah,seni buah - buahan,buah unik,buah aneh,buah lucu,karya seni

Buah,Karya seni dari buah,buah-buahan,seni buah,kerajinan dari buah,seni buah - buahan,buah unik,buah aneh,buah lucu,karya seni

Buah,Karya seni dari buah,buah-buahan,seni buah,kerajinan dari buah,seni buah - buahan,buah unik,buah aneh,buah lucu,karya seni

Buah,Karya seni dari buah,buah-buahan,seni buah,kerajinan dari buah,seni buah - buahan,buah unik,buah aneh,buah lucu,karya seni

Buah,Karya seni dari buah,buah-buahan,seni buah,kerajinan dari buah,seni buah - buahan,buah unik,buah aneh,buah lucu,karya seni

Buah,Karya seni dari buah,buah-buahan,seni buah,kerajinan dari buah,seni buah - buahan,buah unik,buah aneh,buah lucu,karya seni

Buah,Karya seni dari buah,buah-buahan,seni buah,kerajinan dari buah,seni buah - buahan,buah unik,buah aneh,buah lucu,karya seni

Buah,Karya seni dari buah,buah-buahan,seni buah,kerajinan dari buah,seni buah - buahan,buah unik,buah aneh,buah lucu,karya seni

Buah,Karya seni dari buah,buah-buahan,seni buah,kerajinan dari buah,seni buah - buahan,buah unik,buah aneh,buah lucu,karya seni

Buah,Karya seni dari buah,buah-buahan,seni buah,kerajinan dari buah,seni buah - buahan,buah unik,buah aneh,buah lucu,karya seni

Buah,Karya seni dari buah,buah-buahan,seni buah,kerajinan dari buah,seni buah - buahan,buah unik,buah aneh,buah lucu,karya seni

Buah,Karya seni dari buah,buah-buahan,seni buah,kerajinan dari buah,seni buah - buahan,buah unik,buah aneh,buah lucu,karya seni

Buah,Karya seni dari buah,buah-buahan,seni buah,kerajinan dari buah,seni buah - buahan,buah unik,buah aneh,buah lucu,karya seni

Buah,Karya seni dari buah,buah-buahan,seni buah,kerajinan dari buah,seni buah - buahan,buah unik,buah aneh,buah lucu,karya seni

Buah,Karya seni dari buah,buah-buahan,seni buah,kerajinan dari buah,seni buah - buahan,buah unik,buah aneh,buah lucu,karya seni

Buah,Karya seni dari buah,buah-buahan,seni buah,kerajinan dari buah,seni buah - buahan,buah unik,buah aneh,buah lucu,karya seni

Buah,Karya seni dari buah,buah-buahan,seni buah,kerajinan dari buah,seni buah - buahan,buah unik,buah aneh,buah lucu,karya seni

Buah,Karya seni dari buah,buah-buahan,seni buah,kerajinan dari buah,seni buah - buahan,buah unik,buah aneh,buah lucu,karya seni

Buah,Karya seni dari buah,buah-buahan,seni buah,kerajinan dari buah,seni buah - buahan,buah unik,buah aneh,buah lucu,karya seni

Buah,Karya seni dari buah,buah-buahan,seni buah,kerajinan dari buah,seni buah - buahan,buah unik,buah aneh,buah lucu,karya seni

Buah,Karya seni dari buah,buah-buahan,seni buah,kerajinan dari buah,seni buah - buahan,buah unik,buah aneh,buah lucu,karya seni 

Senin, 02 Mei 2011

Bantuan Itu Datang Setelah Shalat Tahajud


 
 
Jum'at, 29 April 2011
Hidayatullah.com--Sore menjelang maghrib beberapa hari lalu, istriku terlihat resah. Beberapa kali mondar-mandir dari dapur ke ruang tamu. Raut wajahnya tampak kalut. Karena penasaran, saya pun bertanya kepadanya. “Ada apa toh umi. Dari tadi ko terlihat bingung?”.
“Anu, Abi. Beras di dapur sudah habis. Bingung besok enggak ada yang dimasak,” jawabnya sambil menunjukkan karung beras yang sudah kosong melompong.
Kekhawatiran istriku bisa dimaklumi. Pasalnya, jika besok tidak ada beras yang dimasak, maka tiga belas anak yayasan yang kami asuh terancam bakal tidak makan. Itu berarti, mereka akan berangkat sekolah dengan perut kosong.
“Umi tenang saja, ya. Meski beras sudah tidak ada, tapi kita masih punya satu malam untuk shalat tahajud dan meminta kepada Allah,” kataku menenangkan dengan penuh kenyakinan.
“Iya abi, umi yakin. Semoga saja Allah yang Maha Pemberi rezeki berkenan membantu kita,” harapnya meski kekalutan masih tergambar di wajahnya.
Malam harinya, pukul 2.30 dini hari saya dan istri bangun. Sekitar sepuluh menit berwudhu dan memakai pakaian shalat. Setelah itu membangunkan anak-anak yang sedang tidur pulas. Cukup sulit juga membuat mata mereka melek. Meski sudah dipukul pelan dengan sajadah dan kata-kata “Shalatul lail” berulang kali, tetap saja mereka tidak bangun-bangun.
Parahnya lagi, bila ada yang sudah bangun,  tak jarang yang tidur lagi. Cukup lama memang agar mau membuka mata mereka melek dan langsung mengambil air wudhu. Mungkin karena masih kecil-kecil jadi sulit dibangunkan. Tapi, setelah sekitar 15 menit dan beberapa kali dibangunkan, akhirnya mereka pun semua bangun.    
Sembari menunggu mereka siap-siap, saya dan istri shalat lebih dulu. Biasanya, mereka akan menyusul shalat. Dalam suasana syahdu di sepertiga malam itu saya pun berdoa dan memohon kepada Allah SWT. Kedua tangan kutengadahkan ke langit. Istri dan anak-anak mengamini meski dengan mata merem-melek menahan kantuk.
“Ya Allah, Engkau Maha Kaya. Berilah rezeki yang halal dan berkah untuk kami ya Allah. Kami tidak memiliki apa-apa kecuali dari-Mu. Jika ia ada di langit, turunkanlah, jika di bumi keluarkanlah, jika kotor sucikanlah. Terdengar suara amin para santri.  Air mataku meleleh.
Subhanallah. Pagi sekitar pukul 10.00 tiba-tiba datang seseorang perempuan membawa empat karung beras. Entah tahu dari mana, tapi kata perempuan itu ia sengaja mencari yayasan di daerah itu, Sidoarjo, Jawa Timur. Yayasan kecil kami terletak jauh di dalam gang. Tak banyak orang tahu. Selain itu, di sekitar juga banyak yayasan lain jauh lebih besar dan terkenal.
Saya yakin, ia dikirim oleh Allah. Dan saya yakin, itu jawaban atas doa anak-anak yayasan semalam.
“Subhanallah, ternyata betul ya Abi. Allah pagi ini buktikan janji-Nya,” kata istri setelah mengantar dermawan itu pulang.
Sejak itu, saya dan istri makin yakin kekuatan shalat malam. Shalat malam bisa menjadi senjata untuk mengundang pertolongan Allah setiap saat dan dalam kondisi apapun.
Sejak saat itu pula, saya, istri dan seluruh penghuni yayasan melakukan shalat tahahud tiap malam. Dan ternyata, hingga kini Allah selalu mencukupi kebutuhan kami. Kami tidak pernah kelaparan. Pertolongan seperti itu juga sering kami alami.
Pernah suatu saat, tiba-tiba seseorang datang jauh-jauh dari Malang. Kata lelaki yang memiliki salon itu, ia bermimpi disuruh untuk memberikan sedekah ke sebuah yayasan di daerah tersebut.
Ciri-ciri yayasan itu, katanya kecil dan ustadz pemangkunya berbadan kurus. Maka, dicarilah yayasan yang dimaksud dalam mimpinya itu. Tapi, sudah dicari-cari tak jua ketemu. Ketika menemui yayasan kami, yakinlah orang tersebut jika yayasan itu yang ada dalam mimpinya.
“Iya, ini pesantrennya yang ada dalam mimpi saya,” katanya. Meski berkali-kali saya pertanyakan jangan-jangan bukan yayasan ini yang dimaksud, tapi ia tetap bergeming. Ia pun memberi uang Rp 2 juta rupiah.
Tidak hanya itu. Pernah juga ada kejadian serupa. Ceritanya, ada seseorang nyasar yang ingin memberi bantuan. Ia sebenarnya ingin memberi sedekah ke yayasan lain. Tapi, entah kenapa, ia justru datang ke yayasan kami. Saya pun menjelaskan jika yayasan ini bukan yang ia maksud dan memintanya agar menyalurkan sedekahnya ke yayasan semula.
Tapi, meski sudah berkali-kali dibujuk, ia tetap saja bersikukuh. “Sudah, sedekah ini saya berikan untuk yayasan ini saja,” paparnya. Karena tak bisa menolak,  sedekahnya pun kami terima. Dalam hati saya berucap dengan  sedikit bergurau: “Ternyata, malaikat pinter juga ya mengalihkan orang berbuat baik.”
Saya sendiri sudah beberapa tahun menjadi pengasuh di yayasan Islam di Sidoarjo milik salah satu ormas Islam. Yayasan itu belum terlalu besar. Gedungnya saja masih milik orang lain, hanya disuruh menempati saja. Ada tiga belas anak yang masih sekolah, dari bangku SD hingga SMA. Mereka dari berbagai daerah, ada dari Sidoarjo sendiri, Balikpapan, Madura, Semarang, Surabaya, dan deerah lainnya.
Seperti yayasan pada umumnya, pembiayaan gratis dan berasal dari umat Islam. Tapi, kendati demikian, saya tak pernah khawatir Allah telantarkan kami. Karena itu, agar Allah tak pernah sepi menolong, maka tiap malam kami harus sering meminta dan menagih janji-Nya. Seperti diceritakan Maryadi kepada Hidayatullah.com

Sabtu, 16 April 2011

Menikmati Film Tanda Tanya

Menikmati kesendirian di week-end ini dengan nonton Film di Studio 21 Atrium Senen. 
 Film ke 14 Hanung Bramantyo ini  mengisahkan tentang konflik keluarga dan pertemanan  yang terjadi di sebuah area dekat Pasar Baru, dimana terdapat Masjid, Gereja dan Klenteng yang letaknya tidak berjauhan, dan para penganutnya memiliki hubungan  satu sama lain.
Dikisahkan bahwa  terdapat 3 keluarga dengan latar belakang yang berbeda. Keluarga Tan Kat Sun  memiliki restauran masakan Cina yang tidak halal, Keluarga Soleh, dengan masalah Soleh sebagai kepala keluarga yang tidak bekerja namun memiliki istri yang cantik dan soleha, Keluarga Rika, seorang janda dengan seorang anak, yang berhubungan  dengan  Surya, pemuda yang belum pernah menikah. Hubungan antar keluarga ini dalam kaitannya dengan masalah perbedaan pandangan, status, agama dan suku,  akan dipaparkan  secara menarik  dalam film berdurasi 100 menit.
Keberagaman dan toleransi merupakan dua hal yang saling terkait, terutama jika menyangkut masalah keagamaan dan suku bangsa.  Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim dengan berbagai macam etnis dan kebudayaan, memiliki banyak kisah perihal toleransi yang menarik untuk diangkat dalam tayangan layar lebar. Hanung Bramantyo sebagai seorang sutradara kawakan tergerak untuk dapat menghadirkan kisah dengan latar belakang perbedaan ini kepada masyarakat Indonesia

Reza Rahadian sebagai Soleh

Seorang lelaki pengangguran yang hidup dalam impiannya untuk menjadi seseorang yang berarti, termasuk menjadi pahlawan bagi istri dan kedua anaknya, namun belum mendapatkan jalan yang baik. Soleh akhirnya menjadi anggota banser NU

Revalina S Temat sebagai Menuk

Seorang perempuan yang soleha dan cantik, istri dari Soleh. Cinta Menuk kepada suaminya begitu mendalam walaupun suaminya tidak memiliki pekerjaan. Menuk memilih Soleh daripada Hendra, anak dari Tan Kat Sun yang keturunan Tionghoa, karena Soleh memeluk agama yang sama dengannya, yaitu Islam. Untuk mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari, Menuk bekerja di di restoran Kanton Pak Tan

Agus Kuncoro sebagai Surya

Seorang pemuda yang sedang berjuang meraih impian menjadi bintang film dengan memerankan peranan-peranan kecil. Surya menjadi pacar Rika setelah Rika bercerai dengan suaminya. Surya mengetahui jika kondisi ini semakin memojokan Rika pada posisi yang tidak menyenangkan di mata para tetangga sekitar. Walaupun seorang Muslim, Surya berhasil memerankan dengan baik beberapa peranan yang terkait dengan agama lain, termasuk menjadi Yesus pada acara Jumat Agung di gereja

Endhita sebagai Rika

Seorang janda beranak satu, yang baru saja berpindah agama. Rika memiliki toko buku yang sekaligus menjadi rumah tinggalnya. Karena status janda dan keputusannya pindah agama, Rika sering mendapat cemoohan para tetangga, namun Rika tetap pada pendiriannya. Rika juga harus menghadapi protes dari anaknya, Abi dan ibunya atas keputusannya tersebut

Rio Dewanto sebagai Hendra

Anak dari Tan Kat Sun dan Lim Giok Lie yang sedang mencari jati diri. Dalam proses mencari jati diri tersebut, dia selalu bertentangan dengan kedua orangtuanya, termasuk dalam menjalankan usaha restoran. Hendra jatuh cinta pada Menuk dan merasa sakit hati berkepanjangan karena Menuk lebih memilih Soleh yang pengganguran dikarenakan Soleh seorang Muslim.

Hengky Sulaeman sebagai Tan Kat Sun

Seorang ayah dan pengusaha restoran masakan Cina. Dalam kondisi kesehatannya yang tidak baik, pak Tan selalu bersikap positif, namun merasa jengkel dengan sikap anaknya yang tidak peduli terhadap usahakeluarga.
 Film ini sangat asyik. Layak Ditonton !!
Sumber:
http://filmtandatanya.com/